Rabu, 28 Maret 2018

Sistem Manajemen Hotel Bintang 5 di Jakarta

KUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN
 Sistem akuntansi disebuah organisasi memiliki dua system utama yaitu : Sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi keuangan. 
Akuntansi keuangan merupakan akuntansi yang memfokuskan hasil informasinya bagi pihak eksternal perusahaan seperti pemilik, kreditor, pemerintah dan lain-lain sedangkan akuntansi manajemen memfokuskan laporannya bagi kepentingan manajemen perusahaan (internal). Persamaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan adalah : 

Persamaan : 
1. Menyediakan informasi Akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan sama-sama menyediakan informasi, akuntansi manajemen menghasilkan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan seperti keputusan pembelian asset yang baru contohnya gedung dan akuntansi keuangan menghasilkan laporan laba rugi yang dapat digunakan oleh investor untuk memutuskan dalam pembelian saham sebuah perusahaan.
2. Kegunaan Metode yang digunakan dalam akuntantasi keuangan juga relevan untuk dipakai dalam akuntansi manajemen seperti metode penyusutan asset tetap dan metode penilaian persediaan keduanya dapat digunakan dalam akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen.
3. Pengolahan data akuntansi Sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi keuangan menggunakan system informasi yang sama sebagai sumber dalam menghasilkan informasi yang disajikan kepada penggunanya, contohnya sama-sama menggunakan data transaksi pembelian, penjualan, pengupahan/penggajian dan lain sebagainya.   




Sistem Manajemen Hotel Bintang 5 di Jakarta. Menurut The American Hotel and Motel Association (AHMA) sebagaimana dikutip oleh Steadmon dan Kasavana : A hotel may be defined an estiblishment whose primary business is providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the followingservices, uniformed services, Laundering of linens and use of furnitures. ( Hotel dapat didefinisikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memberikan fasilitas penginapan untuk umum dengan fasilitas pelayanan makan dan minum, pelayanan kamar, pelayanan barang bawaan, pencucian pakaian dan dapat menggunakan fasilitas atau perabotan dan dapat menikmati hiasan-hiasan yang ada di dalamnya.)




Sejak kemerdekaan sampai sebelum tahun 1959, Djakarta merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 1959, status Kota Djakarta mengalami perubahan dari sebuah kotapraja di bawah wali kota ditingkatkan menjadi daerah tingkat satu (Dati I) yang dipimpin oleh gubernur. Yang menjadi gubernur pertama ialah Soemarno Sosroatmodjo, seorang dokter tentara. Pengangkatan Gubernur DKI waktu itu dilakukan langsung oleh Presiden Sukarno. Pada tahun 1961, status Djakarta diubah dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI) dan gubernurnya tetap dijabat oleh Sumarno. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar